Senin, 23 Januari 2012

Buta dan Tuli


angin mengatakan sendiri padamu, menelusup melewati akar, menelusuri dahan, dan membuat nada-nada ribut melalui dedaunan.

tetapi kau tetap tuli !

matahari menyusup diantara celah-celah jendela kamarmu, sinarnya menerpa sebagian wajahmu, lalu kau mengibaskannya kemudian angkuh merengkuh selimut, membenamkan kepalamu.

dan kau juga buta !

sementara seseorang mengiba meminta hatimu, tak jua kau beri.
hanya pedih peri yang kau taburkan...